Kenapa Anak Gak Nafsu Makan? Bagaimana Agar Anak Lahap Makannya? – Adaptive Parenting

GRATIS Peta Genetik "Kids Blueprint" Anak Anda

Mau Tahu Apa Penyebab Masalah Anak Anda? Apa Bakat Terpendamnya? Dan Bagaimana Parenting-nya Yang Sesuai?

Kenapa Anak Gak Nafsu Makan? Bagaimana Agar Anak Lahap Makannya?

Setiap anak mempunyai pola dan gaya makan yang berbeda. Bagaimana pola dan gaya makan yang sehat bagi anak Anda sesuai dengan blueprint-nya?

Pernah ngerasa bingung kenapa anak Anda gak nafsu makan di siang hari dan malah minta makannya malam-malam jam 9 – 10 malam? Atau malah kebalikannya, sewaktu makan malam bersama keluarga, anak Anda malah gak nafsu makan tapi di siang harinya malah banyak makannya?

Atau mungkin anak Anda suka makan minum yang dingin-dingin, termasuk suka ngulum es batu,dan gak nafsu makan minum yang masih panas? Atau malah kebalikannya justru sukanya makan minumnya yang masih panas-panas dan Anda takut lidah anak Anda mati rasa karena kepanasan?

Atau Anda cemas kenapa anak Anda makannya sedikit banget, dan juga sering puasa alias gak mau makan? Atau justru anak Anda malah makannya banyak banget sampai nambah-nambah dan Anda merasa anak Anda over eating?

Jadi mana yang normal dan sehat untuk anak Anda? Dari mana tahunya?

Yuk mari kita lihat penjelasannya…

Diomeli dan dimarahi oma karena makannya malam-malam

Ada klien parenting advising, seorang mama dari Tebet yang bingung karena anaknya hampir setiap hari minta disiapin makan sewaktu jam 10 malam, sedangkan pada pagi sampai sore hari anak ini gak nafsu makan. Malah hampir gak pernah makan siang. Masalahnya mereka tidak pakai microwave di rumah, jadi makanan harus dipanasi manual pakai kompor, dan seringnya yang melakukannya adalah oma anak ini.

Nah si oma biasanya selalu ngomel dan marahin si anak, “kenapa sih makannya malam-malam?!

Gak sehat tahu makan malam-malam!” Jadi ada konflik deh antara anak dan neneknya.

Ternyata setelah saya analisa dari Kids Blueprint-nya, anak ini memang secara alami waktu makannya adalah sewaktu matahari sudah terbenam, jadi mulai dari Maghrib hingga Subuh. Anak ini memang nocturnal, jika meminjam istilah dari pencipta Human Design, Ra Uru Hu (Anda bisa baca lebih lanjut penjelasan tentang Human Design di buku Adaptive Parenting di halaman 2 – 81).

Setelah saya jelaskan ke papa mama anak ini, mereka lalu juga menjelaskannya ke oma anak ini. Kabar baiknya, anak ini sudah bebas bisa makan malam-malam tanpa diomeli dan dimarahi lagi oleh omanya. Dan memang justru sehat bagi anak untuk untuk tidak makan dari pagi hingga sore hari, karena secara alami waktu makannya sesudah matahari terbenam hingga sebelum matahari terbit.

Mama takut anaknya sakit karena suka ngulum es batu

Ada anak yang perlu makan minum yang panas-panas, dan sebaliknya ada anak yang perlu makan minum yang dingin-dingin. Bagaimana dengan anak Anda?

Klien lain, seorang mama dari Menteng bingung, “anak saya sukanya makan minum yang dingin-dingin. Dia malah suka ngulum es batu. Saya takut dia sakit perut atau tenggorokan. Jadi suka saya larang tapi dia makin ngotot ngambil es batu.”

Saya tanya, “selama ini dia pernah sakit gak karena sering ngulum es batu?”

Dan dijawab, “gak juga sih. Sehat-sehat aja selama ini.”

Saya tanya lagi, “lalu kalo gitu apa masalahnya?”

Mama ini menjawab. “saya takut aja kalo dia bisa sakit. Khan orang sering bilang kalo gak boleh sering makan minum dingin-dingin.”

Setelah Kids Blueprint-nya saya analisa, ternyata anak ini memang secara alami perlu makan minum yang dingin. Dingin ini maksudnya di bawah suhu tubuh, jadi es batu memang termasuk salah satu makanan yang sehat bagi anak ini.

Setelah saya jelaskan, anak ini sekarang sudah bebas untuk ngulum es batu dan gak lagi dilarang-larang oleh mamanya.

Anak makannya sedikit dan suka puasa

Kali ini pengalaman pribadi saya dengan anak saya, sewaktu mereka masih kecil dan saya belum tahu Human Design. Menjelang anak sulung saya dulu mulai diperkenalkan solid food atau MPASI, saya bertanya ke dokter anaknya, “dok, seberapa sih porsinya yang pas untuk anak saya? Dikasih berapa sendok makan?”

Dokter anak ini menjawab, “pak, porsi dijatah ini yang bikin orang tua dan anak ribut. Ikuti saja anak bapak makannya berapa banyak.”

Oh ok, saya dapat pencerahan pertama waktu itu tentang soal makan anak.

Lalu fast forward beberapa tahun kemudian ke putri kembar saya, mereka makannya dikit banget. Dan dilihat dari grafik WHO, berat badan mereka memang sedikit di bawah grafik. Saya dan istri saya pun cemas dan konsultasi ke dokter anak.

Dokternya dengan simple bilang, “pak, anak bapak sehat. Lihat nih anaknya lincah banget. Saya justru suka anak yang langsing dan banyak gerak. Berat badan tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan.”

Ok, saya dapat pencerahan lagi tentang soal makan anak.

Dan setelah saya belajar Human Design dan menganalisa Kids Blueprint mereka, ternyata justru sehat dan baik bagi putri kembar saya untuk sedikit makannya dan sesekali puasa tidak makan.

Kenapa?

Karena mereka berdua punya right brain system jadi tidak boleh terlalu banyak makan atau kekenyangan. Sebaliknya kalau anak sulung justru punya left brain system jadi mesti well-fed dan gak boleh kelaparan.

Intinya, setiap anak punya kebutuhan dan gaya makan yang berbeda. Porsi makannya pun juga berbeda. Gak bisa dipukul rata dan dianggap semua anak sama.

Bagaimana dengan anak Anda? Pola makan dan diet seperti apa yang sehat bagi anak Anda dan sesuai dengan blueprint-nya? Seberapa banyak porsinya? Kapan waktu makannya?

Jadi silahkan undang saya untuk memberikan pencerahan dan kejelasan tentang kebutuhan makan yang sesuai dan spesifik untuk anak Anda.

Click Here to Leave a Comment Below