Cerita Realita: Seorang Mommy yang Marah Besar Ketika Dilarang Mengantar Kedua Anaknya Vaksin - Adaptive Parenting & Counseling

Apa Bakat, Karakter dan Sifat Anak Anda?

Bagaimana Tahunya Secara Akurat Tanpa Tes Apa Pun? Bagaimana Mendidik dan Mengarahkan​ Anak Anda ​Sesuai Bakat dan Minatnya?

Cerita Realita: Seorang Mommy yang Marah Besar Ketika Dilarang Mengantar Kedua Anaknya Vaksin

Ada sepasang mommy dan daddy yang mengantar kedua anaknya vaksin. Ketika sudah selesai mendaftar dan mau masuk ke dalam ruang untuk cek tensi dan disuntik vaksin, mereka dihentikan oleh salah satu petugas penjaga pintu yang bilang “maaf, pengantar hanya boleh satu saja karena di dalam sedang ramai. Bapak atau ibu saja yang ngantar masuk.”

Mommy ini marah besar dan merasa tidak terima karena mengantar dua anak, bukan hanya satu anak saja, tapi kok hanya salah ortu saja yang boleh ngantar. Apalagi kedua anaknya juga takut disuntik. Sehingga berdebat dengan petugas ini sampai akhirnya datang petugas lain dan juga koordinator petugas.

Petugas lain dan sang koordinator mengijinkan mommy dan daddy ini untuk masuk menemani kedua anak mereka. Lalu masuklah mereka ke dalam, dan mommy ini melihat bahwa ruang tersebut tidak ramai dan jauh lebih sepi dibanding pada saat vaksin pertama. Mommy ini pun merasa marah kembali, bahkan sampai merasa perutnya sakit. Apalagi saat dia melihat mommy dan daddy lain yang menemani kedua anak mereka. Dia berpikir “kenapa cuma gue aja yang dilarang masuk?”

Dan akhirnya di mobil, pada saat perjalanan pulang, mommy ini teringat sebuah peristiwa ketika dirinya masih kecil dulu, saat masih preschool. Si mommy kecil ini dimarahi hebat dan mau dipukul oleh neneknya yang sangat galak dan otoriter, namun dibela oleh om
dan tantenya sehingga tidak jadi dipukul. Mommy kecil ini merasa sangat ketakutan saat itu.

Ya, peristiwa dilarang masuk oleh petugas penjaga pintu tadi mengingatkannya akan trauma yang sudah dilupakannya ini. Sehingga dia marah besar.

Selama trauma tersebut belum disembuhkan, mommy ini akan bisa terpicu dengan kejadian-kejadian yang mirip dalam hidupnya.

Apakah Anda juga punya trauma masa kecil yang belum sembuh?

Siapa tahu saya bisa bantu.

Yuk gratis konsultasi 1 jam. No obligation whatsoever!

Thanks!

Click Here to Leave a Comment Below